Minggu, 04 Juli 2010

Citra Diri Memadai, Realistik dan Positif

Mungkin di dalam hati, anda bertanya : seperti apakah citra diri yang memadai, realistik dan positif itu ?
Pada awalnya citra diri itu muncul pada gambaran mental, dia tidak kasat mata, hanya dapat anda lihat oleh mata pikiran anda, tetapi tidak bisa di lihat oleh orang lain. Ketika gambaran mental ini berubah menjadi ucapan maupun tindakan, maka dia berubah dari yang tidak kasat mata menjadi kasat mata, maksudnya orang lain dapat melihat dan mendengar ucapan serta perbuatan anda, secara umum orang mengenalkan dengan sebutan sikap dan perilaku.
Orang yang meggambarkan dirinya atau menilai dirinya secara negatif – mengganggap dirinya tidak bernilai, tidak punya kemampuan, tidak layak – cenderung merasa tidak puas pada dirinya sendiri. Semakin sering orang menilai negatif dirinya sendiri, dia akan semakin kecewa dan membenci dirinya sendiri. Lebih lanjut akan mempengaruhi rasa percaya pada diri – kehilangan rasa percaya diri.
Apa yang di pikirkan oleh seseorang, akan di ucapkan atau di lakukannya. Jika dia merasa dirinya tidak bernilai, maka akan di ekspresikan lewat perilaku yang negatif, misalnya mudah tersinggung, mudah marah, melakukan sesuatu yang bisa merugikan orang lain dan lain sebagainya.
Perilaku seperti ini akan tampak dan bisa di rasakan oleh orang lain, dan orang yang melihat serta merasakan dampak dari perilaku anda, akan memberikan penilaian terhadap diri anda, mereka akan melihat suatu citra yang muncul dari dalam diri anda, ini lah yang di kenal sebagai citra diri.
Jadi, seperti apa citra diri anda tampak di luar – positif atau negatif di mata orang lain – di pengaruhi oleh pemikiran anda tentang siapa diri anda. Bila anda menilai positif diri anda sendiri, sudah pasti ekspresi positif akan anda pantulkan keluar. Misalkan anda sedang merasa damai, tentu anda akan menampilkan sikap ramah, peduli dan menebarkan senyuman. Sebaliknya jika anda menilai negatif diri anda, ekspresi negatif akan terpantul keluar, misalkan anda sedang marah, anda akan menampilkan wajah yang seram, kaku dan tanpa senyuman.
Anda perlu melakukan eksplorasi diri, melihat ke dalam diri anda sendiri, mencari dan menemukan siapa sebenarnya diri anda itu.
Ketika anda mencari ke dalam diri, anda akan mengetahui kelebihan dan kelemahan yang anda miliki. Anda akan melihat dengan pasti seperti apa bakat dan kemampuan diri anda. Apa yang anda temukan dari dalam diri harus bisa anda terima apa adanya. Jangan pernah menolak keburukan yang ada di dalam diri anda. Ingatlah setiap orang juga punya keburukannya masing-masing. Terima itu dengan senang hati. Kalau anda bisa menerima keadaan diri anda sendiri, anda tidak akan lagi pernah membandingkan dengan siapa pun. Sebab membanding-bandingkan diri anda dengan siapa saja dapat mempengaruhi kepercayaan anda terhadap diri sendiri. Anda akan lebih banyak menemui kekecewaan. Dan inilah yang menjadi sumber masalah bagi diri anda.
Kalau anda membanding-bandingkan diri dengan orang lain, sebenarnya anda sedang merusak citra diri anda sendiri. Mengapa ? anda akan cenderung membandingkan kekurangan yang ada pada diri anda sendiri dengan kelebihan yang anda lihat dari orang lain, ini merupakan suatu perbandingan yang tidak adil. Perbandingan yang tidak adil akan membuat anda sendiri kecewa pada diri sendiri. Dan kekecewaan itu tentu akan anda ekspresikan keluar dalam bentuk perilaku yang negatif.
Citra diri yang memadai dan realistik bisa anda bentuk sendiri ketika anda sudah sadar diri tentang keberadaan diri anda. Sebab bila anda tidak sadar diri bahwa sikap dan perilaku anda itu buruk, anda juga tida sadar untuk memperbaiki diri. Anda bisa membentuk Citra Diri yang memadai dan realistik sesuai potensi yang anda miliki, maksudnya sesuai dengan apa yang anda inginkan tetapi tidak melampaui kemampuan yang anda miliki. Anda bisa menjadi siapa saja yang anda inginkan namun di sesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang ada pada diri anda. Jangan berusaha untuk menjadi seperti orang lain, atau memaksakan kehendak untuk melampaui keterbatasan anda sendiri. Sebab ini akan berakibat buruk buat diri anda. mengapa ? ketika anda menjadi bukan diri anda – menjadi diri orang lain – kebebasan dan kedamaian akan menjauh dari diri anda sehingga anda akan banyak menemui kesulitan dan hambatan yang bisa membuat frustrasi.
Secara bertahan anda masih bisa melakukan perbaikan-perbaikan terhadap citra diri anda. Bila kemampuan anda semakin meningkat, atau anda menemukan sifat baik dari dalam diri yang ingin anda tampilkan, tentu anda bisa menyesuaikan citra diri anda saat ini dengan menyesuaikan dengan perkembangan dan peningkatan kemampuan-kemampuan baru itu.
Ingatlah selalu untuk terus mengembangkan dan menyesuaikan citra diri anda, sebab dia lah pondasi bagi kehidupan anda. Ketika citra diri anda semakin baik, maka kehidupan anda akan semakin baik pula.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar